Senin, 05 Desember 2011

Macam-Macam Puasa Sunnah

HARI-HARI SUNNAH BERPUASA

1. Hari Arafah ; yaitu tanggal 9 Dzul Hiiiah, bagi orang yang tidak mengerjakan Haji.

Dari Abu Qatadah Al-Anshary ra : Bahwasanya Rasulullah saw pemah ditanya dari hal puasa Arafah, beliau bersabda ; “Puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang”. Dan beliau ditanya dari hal puasa Asyura, beliau bersabda : “Menghapus dosa tahun yang lalu”. Dan beliau ditanya lagi dari hal puasa Senin, beliau bersabda : “Hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan dimana aku dijadikan Rasul dan diturunkannya padaku wahyu”. (H.R. Muslim).

2. 9 (Sembilan) Hari Pertama Dzulhijah

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi saw menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Hafsah r.a. menceritakan; “Empat amalan yang tidak ditinggalkan Rasulullah s.a.w. iaitu; puasa ‘Asyura, puasa al-‘asyr, puasa tiga hari pada setiap bulan dan solat dua rakaat sebelum subuh”. (Riwayat Imam Abu Daud dan an-Nasai)

Menurut ulama hadits, yang dimaksud puasa al-‘asyr dalam hadis di atas ialah hari pertama Zulhijjah hingga hari ke sembilannya.

3. Hari Asyura, 10 Muharram

Aisyah ra pernah ditanya tentang puasa Asyura, ia menjawab, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw puasa pada suatu hari yang beliau betul-betul mengharapkan fadilah pada hari itu atas hari-hari lainnya, kecuali puasa pada hari ke sepuluh Muharam.” (HR Muslim).

Dari Abu Qatadah Al-Anshary ra : Bahwasanya Rasulullah saw pemah ditanya dari hal puasa Arafah, beliau bersabda ; “Puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang”. Dan beliau ditanya dari hal puasa Asyura, beliau bersabda : “Menghapus dosa tahun yang lalu”. Dan beliau ditanya lagi dari hal puasa Senin, beliau bersabda : “Hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan dimana aku dijadikan Rasul dan diturunkannya padaku wahyu”. (H.R. Muslim)

Dari Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa. Rasulullah SAW bertanya, “Hari apa ini? Mengapa kalian berpuasa?” Mereka menjawab, “Ini hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun. Maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur, maka kami pun berpuasa.”Rasulullah SAW bersabda, “Kami orang Islam lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati Nabi Musa daripada kalian.” (HR. Abu Daud).

4. Hari Tasu’a, 9 Muharram

Ibnu Abbas RA menyebutkan, Rasulullah SAW melakukan puasa Asyura dan beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Para sahabat berkata, “Ini adalah hari yang dimuliakan orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Tahun depan insya Allah kita juga akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharam.” Namun, pada tahun berikutnya Rasulullah telah wafat. (HR Muslim, Abu Daud).

Berdasar pada hadis ini, disunahkan bagi umat Islam untuk juga berpuasa pada tanggal sembilan Muharam. Sebagian ulama mengatakan, sebaiknya puasa selama tiga hari: 9, 10, 11 Muharam.
 
5. Tanggal 9, 10, 11 Muharam

Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Puasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Puasalah sehari sebelum Asyura dan sehari sesudahnya.” (HR Ahmad).

6. Tiga hari pada tiap-tiap bulan

Dari Abu Dzar ra., ia berkata : Rasulullah saw menyuruh kami berpuasa tiga hari dalam sebulan ; tanggal 13, 14, dan 15″. (Diriwayatkan oleh Nasa’i, Tirmidzi dan disahkan oleh Ibnu Hibban)

7. Hari Senin dan Kamis

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya puasa. (Tirmidzy)

Rasulullah saw ditanya dari hal puasa hari senin, beliau bersabda : “Hari itu adalah hari di mana aku dilahirkan, dan di mana aku dijadikan Rasul dan diturunkannya padaku wahyu”. (H.R. Muslim)

8. Puasa Nabi Dawud,
puasa selang-seling ( sehari puasa diikuti sehari tidak puasa dst)

Rasulullah saw bersabda, “Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari Muslim)

9. Enam hari pada bulan Syawal Sesudah Hari Raya Idul fitri

Dari Abi Ayyub Al-Anshari ra. bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang berpuasa Ramadlan, kemudian diikutinya puasa itu dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka pahalanya akan sama dengan puasa satu tahun”. (HR. Muslim)

10. Bulan Muharam

“Sebaik-baik puasa setelah puasa ramadhan adalah puasa di bulan muharam, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (HR. Muslim, Abu Daud, Tarmizi, dan Nasa’ ).

11. Bulan Sya’ban

Dari Usamah bin Zaid ra, dia berkata: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.” Maka beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i).

Dari ‘Aisyah ra berkata: “Adalah Rasulullah saw berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

12. Bulan-Bulan Haram

Bulan-bulan Haram itu adalah Dzul-Qaedah, Dzul-Hijjah, Muharram dan Rajab

“Puasalah pada bulan-bulan haram.” [Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad]

Dari Abi Bakrah RA bahwa Nabi SAW bersabda: “Setahun ada dua belas bulan, empat darinya adalah bulan suci. Tiga darinya berturut-turut; Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharam dan Rajab”. (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad).


HARI-HARI MAKRUH BERPUASA

1. Khusus Hari Jum’at,
kecuali kalau telah berpuasa sejak hari sebelumnya.

Dari Abi Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: Jangan kalian mengistimewakan malam Jum’at untuk sembahyang daripada malam-malam lainnya, dan jangan kalian mengistimewakan hari Jum’at untuk berpuasa dan pada hari-hari lainnya, kecuali bagi seseorang di antara kalian yang kebetulan harus berpuasa di hari itu”. (HR. Muslim)

Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Jangan sekali-kali seseorang diantara kamu berpuasa di hari Jum’at, kecuali ia berpuasa pula satu hari sebelumnya atau sesudahnyan”. (Muttafaq ‘Alaih)

2. Puasa wishal
yaitu seorang yang melakukan puasa, tidak berbuka puasa hingga waktu sahur.

Dari Abi Hurairah ra., ia berkata Rasulullah saw telah melarang betpuasa tidak berbtlka (wishal), maka berkata seorang laki-laki dari kaum muslimin: “Tapi engkau berwishal ya Rasulullah”. Beliau menjawab :”Siapa di antara kamu yang seperti aku, di waktu malam aku diberi makan dan minum oleh Allah”. Ketika mereka enggan berhenti dari wishal, beliau ajak mereka berwishal satu hari, kemudian satu hari lagi, kemudian mereka melihat hilal, lalu beliau betsabda : “Kalaulah hilal itu lambat datangnya, aku akan tambah wishal buat kamu”, sebagai memberi pelajaran kepada mereka tatkala mereka enggan berhenti dari wishal. (Muttafaq ‘alaih)

3. Puasa Dahriya
yaitu puasa yang terus-menerus.

Dari Abdullah bin ‘Umar ra. ia berkata ; Rasulullah saw. bersabda’: “Tidak dianggap berpuasa orang yang berpuasa selama-lamanya” . (Muttafaq ‘alaih)

4. Isteri Yang Puasa Sunnah tidak dengan izin suaminya

Dari Abi Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Tidak halal bagi wanita berpuasa sedangkan suaminya ada di rumah, kecuali dengan seidzinnya”. (Muttafaq ‘alaih dan lafadz ini dalam riwayat Bukhari; Abu Dawud menambah : “Kecuali puasa Ramadlan”.



HARI-HARI DIHARAMKAN UNTUK BERPUASA

1. Hari Raya’Idul Fithri, 1 Syawal

Dari Abi Sa’id Al-Khudlriyyi ra.: Bahwasanya Rasulullah saw. telah melarang puasa pada dua hari : hari Idul Fithri dan hari Idul Adha (Muttafaq’alaih)

2. Hari raya Idul Adha ; 10 Dzul Hiiiah

Lihat dalil di atas.

3. Hari Tasyriq ; 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah

Dari Nubaitsah Al-Hudzali ra. ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Hari-hari tasyriq itu adalah hari makan dan minum, dan hari dzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla”. (HR. Muslim)

Dari dalil hari-hari haram berpuasa ini , maka jelaslah bahwa kita diperbolehkan puasa kapan saja (dengan memperhatikan hari/hal-hal yang dimakruhkan), kecuali pada hari-hari yang diharamkan.

Wallahu a’lam

Dari berbagai sumber.

Baca Selengkapnya......

Sabtu, 03 Desember 2011

Sholawat dan Syair Gus Dur yang Menyentuh Hati


Ternyata Gus Dur dulu sering menyenandungkan sholawat saat hidupnya. Dan sholawat itu telah memberi kekuatan pada dirinya dalam menjalani hidup sebagai guru bangsa, pemimpin NU, pemimpin Umat dan pemimpin manusia Indonesia meskipun banyak hal-hal “kontroversial” yang dilakukan.

Sepeninggal Gus Dur menghadap Tuhan, banyak hal yang ditinggalkan berupa pikiran-pikirannya yang sering dikritisi dan dibilang “nyleneh”, baru penulis sadari banyak kebenarannya. Prinsip hidupnya yang sangat menjunjung tinggi perdamaian, melindungi minoritas dari kesewenang-wenangan mayoritas, melindungi orang-orang yang didzolimi dan pluralisme berbangsa sering menjadi santapan orang-orang yang tidak menyukai aktifitasnya tersebut. Keberpihakannya terhadap Pancasila, ketidaksetujuannya dengan negara Agama, kesetiaannya terhadap NKRI kadang dinilai oleh sebagian penganut Islam tidak menyuarakan aspirasi masyarakat Islam. Namun seiring kepergian beliau, nilai-nilai dan gagasan pikirannya ternyata sangat aktual , realistis dan seharusnya memang menjadi nilai-nilai dasar bagi kehidupan berbangsa dengan masyarakat yang plural baik secara fisik maupun kultur.

Sosok Gus Dur ternyata mampu menjembatani berbagai elemen etnis, agama, strata sosial dalam masyarakat Indonesia. Bahkan lintas dunia. Dengan tidak bermaksud mengkultuskan beliau, belum ada tokoh sekaliber beliau saat ini yang bisa menjadi mediasi dalam pertikaian-pertikaian yang terjadi di dunia politik maupun kehidupan sosial saat ini.

Pemikiran, perenungan dan keprihatian Gus Dur dalam kehidupan ini, salah satunya tertuang dalam syairnya yang tidak pernah sengaja dipublikasikan secara luas. Maknanya sungguh dalam, dan sanggup membuka pikiran kita dari keterkungkungan berpikir dan cara beragama yang sempit.

Berikut ini saya kutipkan syairnya berikut terjemahannya, cukup panjang memang.

Untuk edisi rekamannya bisa diunduh di sini :

http://www.youtube.com/watch?v=JrmrAWOIMt4
Semoga bermanfaat.

SHOLAWAT DAN SYAIR GUSDUR
SYAIR TANPO WATON : (SYAIR YANG BELUM ADA JUDULNYA)

Astaghfirullah robbal baroya..
Astagfirullah minal khotooya..
Robbi zidni ilmannaafiia..
Wawaffikni amalan soliha..

//aku mohon ampun pada Allah,
tuhan sekalian makhluk..
//Aku mohon ampun pada Allah,
dari segala kesalahan..
//Tuhanku tambahkan aku ilmu
yang bermanfaat..
//Dan berikan taufiq kepadaku
untuk beramal sholeh..

Ya rosulallah salammunalaik..
yaa rofiasaaniwaddaaroji..
atfatayaji rottal aalami..
Yauhailaljuu diwaalkaromi..
//Wahai utusan Allah, semoga
keselamatan tetap padamu..
//Wahai yang berbudi luhur
dan bermartabat tinggi..
//Rasa kasihmu wahai
pemimpin tetangga
//Wahai ahli dermawan
dan pemurah hati

Ngawiti ingsun nglara syiiran
Kelawan muji maring pangeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pritungan 2x
//Kuawali dengan melantunkan syair
//Dengan memuji kepada Tuhan
//Yang memberi rahmat dan kenikmatan
//Siang dan malam tanpa perhitungan 2x

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syareat bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2x
//Wahai sahabat pria dan wanita
//Jangan hanya mengaji hukum saja
//Hanya pandai bercerita menulis
dan membaca
//Akhirnya hanya akan sengsara2x

Akeh kang apal Quran haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2x

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2x
//Mudah tertipu nafsu angkara
//Dalam hiasan gebyarnya dunia
//Iri dan dengki kekayaan tetangga
//Maka hatinya gelap dan nista2x

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhidnya
Baguse sangu mulyo matine 2x
//Mari saudara jangan lupakan
//Kewajiban mengaji dan tingkatannya
//Bagusnya bekal mulia matinya 2x

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2x
//Yang disebut orang baik itu
bagus hatinya
//Karena sempurna seri keilmuannya
//Melakukan thariqat dan ma’rifatnya
//Juga hakekat sampai terasa 2x

Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo2x
//Alquran qodim wahyu yang mulia
//Tanpa ditulis bisa dibaca
//Itu wejangan guru waskita
//Ditancapkan ke dalam dada2x

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mujizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2x
//Tertempel di hati dan pikiran
//Merasuk ke dalam badan dan tubuh
//Mujizat rasul jadi pedoman
//Sebagai jalan meniti iman 2x

Kelawan Allah kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
ditirakati diriyadhohi
dzikir lan suluk jo nganti lali 2x
//Karena Allah yang maha suci
//Harus mendekatkan diri siang dan malam
//Diusahakan dan dilatih
//Dzikir dan suluk jangan dilupakan 2x

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pangeran 2x
//Hidupnya tentram dan merasa aman
//Itulah perasaan tanda beriman
//Sabar menerima meski pas pasan
//Semua yang ditakdirkan dari Tuhan 2x

Kelawan konco, dulur lan tonggo
Kang padha rukun….
Iku sunnahe rasul kang mulya
nabi Muhammad panutan kita2x
//Terhadap teman, saudara dan tetangga
//Yang saling rukun…
//Itu sunnah Rasul yang mulia
//nabi Muhammad suri tauladan kita-2x

Ayo nglakoni sekabehane
Allah kang bakal ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2x
//Mari melakukan semuanya
//Allah yang akan mengangkat derajatnya
//Meskipun rendah secara lahiriah
//Namun mulia kedudukan derajatnya 2x

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2x
//Saat tiba pada akhirnya
//Tidak tersasar roh dan sukmanya
//Disanjung Allah surga tempatnya
//Utuh mayatnya juga kafannya 2x

Baca Selengkapnya......

Jumat, 02 Desember 2011

Untaian Kalimat Untuk Para Perindu Surga

“Surga dikelilingi dengan onak dan duri, sementara Neraka dikelililngi dengan sesuatu yang disenangi hawa nafsu” HR. Muttafaq ‘Alaihi

Ketika Allah subhanahu wa ta’ala telah menciptakan Surga dan Neraka, Allah memerintahkan Jibril untuk melihat keduanya. Pertama Jibril diperintahkan untuk melihat Surga. Allah bertanya kepada Jibril, bagaimana dengan Surga? Jibril menjawab : “Ya Allah, Demi kemuliaan-Mu tidak ada dari hamba-Mu yang mendengarkan tentang Surga kecuali mereka akan memasukinya”. Kemudian diciptakanlah jalan-jalan ke Surga dan ternyata jalan-jalannya dipenuhi dengan onak dan duri. Setelah itu Allah memerintahkan Jibril untuk melihat Surga yang kedua kalinya. “Wahai Jibril bagaimana tentang Surga?”. Ya Allah sungguh saya takut kalau tidak ada dari hamba-Mu yang akan memasukinya meskipun seorang”.

Surga adalah kediaman bagi para pemenang. Dia adalah tempat kembali bagi setiap yang takut kepada ilahi. Di dalamnya ada bidadari yang bermata jeli. Yang senantiasa melayani suaminya dengan penuh kasih. Di sana juga ada mata air yang senantiasa mengalir. Ada sungai-sungai. Sungai susu, khamr dan madu, yang airnya tidak akan pernah kering. Di dalam Surga ada istana yang terbuat dari emas yang kerikilnya adalah permata. Subhanallah betapa indah Surga itu. Tidak ada kata-kata yang sanggup menggambarkan keindahannya. Tidak ada lisan yang mampu melukiskan keelokannya. Hingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menggambarkan tentang Surga “sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah di dengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam pikiran manusia”.

Demikianlah Surga dengan segala kenindahannya. Oh, betapa kami ingin menjadi penghuninya.

Saudara dan saudariku yang dimuliakan oleh Allah

Namun apakah Surga yang mahal itu mampu diraih hanya dengan bersantai santai dan berleha leha saja? Tentu saja tidak. Surga itu diraih dengan berjuang, dengan bersusah payah, dengan berkorban jiwa, harta, waktu, pikiran dan sebagainya. Demikianlah sunnatullah, semakin berharga sesuatu semakin susah pula mendapatkannya. Perjalanan ke Surga itu pahit karena Surga itu manis.

Hal itulah yang menguatkan jiwa seorang Bilal dalam mempertahankan agamanya. Orang-orang kafir Quraisy menyiksanya dengan meletakkan batu di atas dadanya pada padang pasir yang sangat panas dan di bawah terik matahari yang sangat menyengat. Dia dipaksa untuk keluar dari agamanya. Namun keimanannya bagaikan batu karang yang tak bergeming diterpa ombak. Ahad, ahad, ahad. Kalimat itulah yang senantiasa dilantunkannya tatkala disiksa.

Di sana juga ada Ammar bin Yasir. Ketika orang-orang kafir Quraisy mengetahui keislaman mereka, merekapun disiksa dan dianiaya. Segala bentuk siksaan dirasakan kepada mereka. Hingga ketika orang–orang kafir Quraisy telah lelah dalam menyiksa, merekapun membunuh keluarga tersebut kecuali Ammar.

ALLAHUMMAJ’ALNA MIN AHLIL JANNAH. AMIN

Baca Selengkapnya......

Barakallahu Laka...



Barakallahu Laka..

Saat dua hati menjadi satu..

Saat dua jiwa berlabuh..

Saat dua insan bersama dalam ridhoNYA..

Hari yang penuh dengan berkahNYA..

Hari yang penuh dengan rahmatNYA..

Semoga karuniaNYA tercurah selamanya..

Amin Ya RAbbal’alamin

Lirih

Terucaplah sebuah doa



Ya Rabbi..

Ijinkan mereka menjadi pengantin yang indah..

Menggapai sakinah dengan tabah..

Melaksanakan amanah tuk meraih mawaddah..



Ya Rabbi..

Sinarilah mereka dengan cinta-MU senantiasa..

Iman di kalbu yang penuh warna..

Selalu taqwa dalam tawa dan duka..



Ya Rabbi..

Himpunkan keturunan yang barakah

Jundi jundi yang shalih shalihah

Permata hati yang selalu taat dalam ibadah



Ya Rabbi..

Jadikan mereka pengantin surga..

Yang tak hanya bahagia di dunia fana..

Tapi juga tersenyum di dua masa..

Untuk selamanya..

Semoga..

Baca Selengkapnya......